Persebaya Surabaya dan sepak bola Indonesia berduka.Mereka kehilangan salah satu pemain besar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dia adalah Eri Irianto.Setelah 12 tahun kepergiannya,nama Eri masih tetap abadi. Eri yang meninggal pada 3 April 2000, adalah salah satu pemain yang meninggal pada saat
pertandingan.Sekedar pengingat, kala itu Eri terkena serangan jantung saat Persebaya menghadapi PSIM Yogyakarta di kancah Divisi Utama 2009-2000.Jiwanya tak tertolong walau sempat dibawa ke RS.
Tragedi yang menimpa Eri memang bakal terus diingat.Setiap ada kejadian serangan jantung di lapangan,publik bola tanah air pasti terkenang pada pemain yang terkenal dengan tendangan geledeknya.
Misalnya saja yang baru-baru ini terjadi, yakni kolapsnya pemain Bontol Wanderer Fabrice Muamba.Walau pada akhirnya Muamba tertolong,namun sekelebat ingatan langsung tertuju pada Eri Irianto.Dia mengalami
kejadian yang hampir sama dengan Muamba. Jejak yang ditinggalkan Eri rupanya masih terus diabadikan
timnya.Pemberian nama mes Eri Irianto sekaligus dimuseumkannya nomor punggung 19 merupakan bentuk penghormatan kepada sang legenda. Hingga kini banyak pelajaran yang diambil dari pemain kelahiran 1974 tersebut. Manager Persebaya Saleh Hanifah mengatakan,heroisme serta status legenda Eri Irianto tak perlu
dipertanyakan lagi.Dia lebih melihat pelajaran yang harus diambil dari peristiwa tersebut,yakni agar kesehatan dan keselamatan pemain menjadi unsur penting dalam dunia sepak bola. Salah satunya terinspirasi
momen itu, Persebaya kini melakukan tes kesehatan yang ketat demi karier pemain.Persebaya sudah terbukti menolak pemain karena tak lolos kesehatan walau kualitas tekniknya dianggap bagus,yakni
Alain N’kong.Menolak pemain karena tak lulus tes kesehatan mungkin momen langka di
sepakbola tanah air. “Kalau soal sisi kiprahnya di Persebaya, tak ada yang meragukan Eri Irianto.Dia akan
tetap dikenang sampai kapan pun.Yang terpenting kita semua harus mengambil pelajaran dari peristiwa itu,yakni menempatkan kesehatan pemain sebagai faktor paling penting,”kata Saleh. Semangat Eri juga mendapat apresiasi dari rekan sesama tim kala itu,Ibnu Grahan dan Mursyid Effendi.Keduanya menyatakan
pemain kelahiran Sidoarjo tersebut merupakan salah satu seniman lapangan hijau terbaik yang pernah dimiliki Persebaya sepanjang sejarah berdirinya klub. Tak hanya kualitas di lapangan,di luar lapangan Eri disebut sebagai pemain yang cukup memberikan pengaruh.Jika tidak pergi secepat itu,diramalkan Eri bakal menjadi pelatih yang hebat,profesi yang sama seperti dijalani Mursyid dan Ibnu sekarang ini. Mursyid pun
sepakat Persebaya mengabadikan pemain ini dan menjadikan salah satu inspirator tim.Dia setuju jika
ada seremoni khusus pada tanggal kepergiannya,misalnya saat pertandingan, untuk mengenang kepergian Eri.
" WE LOVE YOU THE LEGEND ERI ERIANTO 19 "
Inspirasi dan Keabadian No. 19
12:54:00 PM |
Label:
Persebaya Only
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 Komentar:
Posting Komentar
Siapa nama anda ?