Manajemen
Persiba Bantul menilai konsorsium PT Liga Prima Indonesia Sportindo
(LPIS) tidak memperlakukan tim dengan adil. Mereka menilai konsorsium
menjadikan Persebaya 1927 sebagai anak emas mereka dibandingkan tim
lainnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh manajer Persiba,
Briyanto, ia menilai konsorsium selalu mengutamakan Persebaya karena
memiliki basis suporter yang besar.
"Memang selama ini Persebaya
yang selalu diajikan opsi utama oleh konsorsium. Mungkin karena mereka
lebih memiliki basis suporter yang lebih besar dan lebih memiliki nilai
jual dibanding kami,” ujarnya kepada Harian Jogja.
Menurutnya,
perlakuan konsorsium kepada Persebaya sudah melewati batas. Mereka
sudah sering mendapatkan uji coba internasional. Bahkan Persebaya
terakhir diberi kesempatan menjajal skuat Timnas Senior. Jauh bila
dibanding Persiba yang hanya diberi jatah melawan Timnas U-23 dan U-21
saja.
Namun, Briyanto bersyukur dirinya mendapatkan posisi di
PSSI, sehingga sebagai manajer Persiba, ia tidak membiarkan klubnya
mengalami gaji terlambat seperti tim lain.
"Ya ada efek
positifnya juga keberadaan saya di PSSI. Jadi minimal masalah gaji kami
tak pernah terlambat, setidaknya lebih baik dibanding tim yang
lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Manajer bidang
Operasional Persiba, Bagus Nur Edi Wijaya juga kesal karena ada
diskriminasi terhadap pemain-pemain yang ditunjuk untuk memperkuat
timnas. Kekesalan Bagus tampaknya masih merujuk pada tak
dimaksimalkannya Slamet Nurcahyo di skuat timnas karena dinilai kalah
bersaing dengan pemain-pemain Persebaya.
“Dalam hal memberi
kesempatan pemain saja Persebaya selalu jadi pilihan utama. Buktinya di
Timnas Slamet harus dikorbankan padahal memiliki kualitas lebih baik,”
ungkap Bagus.
Persiba Bantul Anggap LPIS Hanya Peduli Persebaya
11:35:00 AM |
Label:
Others
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 Komentar:
Posting Komentar
Siapa nama anda ?