Banyak bonek gadungan yg sengaja ingin merusak nama baik bonek dan citra Persebaya (Surabaya), Hal ini diungkapkan oleh empat tokoh Bonek: Cak Okto, Cak Hasyim, Cak
Hamin Gimbal, dan Sinyo (Sekjen Bonek YSS) saat ngopi bareng dengan pelatih dan asisten
pelatih Persegres: Freddy Mulli dan Mursyid Effendy, di Coffe Tofee
JX, Surabaya, Senin (26/02-2012) siang.
Acara ngopi bareng seperti ini sudah biasa mereka lakukan. Tidak saja di Coffee Tofee JX (nama beken Jatim Expo), tapi juga di warkop- warkop sederhana lainnya dan di markas Bonek di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya. Pada saat itulah Cak Okto mengungkapkan keprihatinan para tokoh Bonek dan para Bonek Sejati tentang ulah brutal para Bonek gadungan. “Mereka biasanya datang duluanke kota tempat" Persebaya elaksanakan laga away. Kemudian di sana mereka melakukan penjarahan atau hal-hal negative lainnya. ereka
semuanya mengenakan kaos Bonek. Karena itu masyarakat menganggap mereka itulah arek-arek Bonek,” tutur Cak Okto yang bertubuh kekar itu.
Tak hanya di luar kota Di Kota Surabaya sendiri, ketika Persebaya melaksanakan laga home, para Bonek
gadungan ini sering merampas handphone dan uang arek-arek Bonek yang masih ABG. “Modus operandinya
mereka menumpang bak truk yang kosong ke arah Tambaksari atau dari Tambaksari kearah Wonokromo. Jumlahnya belasan orang. Kemudian mereka mengajak Bonek- Bonek ABG untuk naik truk itu. Saat truk alan lagi itulah mereka merampas atau meminta dengan paksa handphone dan uang para Bonek ABG yang nunut truk itu.”
Bonek-Bonek gadungan yang lama sudah habis. “Mereka sudah kami dekati, kita lakukan pendekatan, dan sadar. Tapi sekarang muncul generasi baru Bonek Gadungan yang jumlahnya cukup besar. Mungkin puluhan, tapi yang puluhan inilah yang merusak citra Bonek, Persebaya, dan nama besar Surabaya,” sahut Cak Hamin Gimbal.
Hal ini perlu mereka ungkapkan agar seluruh masyarakat mengetahui bahwa ada sejumlah Bonek gadungan yang berkeliaran saat Persebaya bertanding di dalam maupun luar Kota Surabaya, dan melakukan ulah egatif.
“Kami yang Bonek sejati inilah yang wajib menertibkan mereka. Kami akan mencari dan mendekati mereka
dengan baik-baik. Pokoknya kami wajib menyadarkan mereka agar sama-sama menjaga nama baik Bonek,
Persebaya, dan Kota Surabaya. Kami juga akan terus memantau pergerakan mereka saat Persebaya bertanding. Mohon seluruh masyarakat melaporkan keberadaan mereka, terutama jika melakukan ulah negatif di mana pun berada. Mereka pasti bukan Bonek Sejati, tapi orang-orang yang tak bertanggung jawab yang memakai kaos dan atribut Bonek,” tegas Cak Hasyim.
Karena itu mereka kaget ketika terjadi penjarahan yang dilakukan segerombolan orang yang mengenakan
kaos Bonek. “Setelah kami usut dan selidiki ternyata mereka adalah Bonek Gadungan,” timpal Sinyo.
Gerakan Pencerahan Bonek terus berlanjut. Spirit pencerahan tersebut tak akan pernah padam sampai
kapan pun !
Hamin Gimbal, dan Sinyo (Sekjen Bonek YSS) saat ngopi bareng dengan pelatih dan asisten
pelatih Persegres: Freddy Mulli dan Mursyid Effendy, di Coffe Tofee
JX, Surabaya, Senin (26/02-2012) siang.
Acara ngopi bareng seperti ini sudah biasa mereka lakukan. Tidak saja di Coffee Tofee JX (nama beken Jatim Expo), tapi juga di warkop- warkop sederhana lainnya dan di markas Bonek di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya. Pada saat itulah Cak Okto mengungkapkan keprihatinan para tokoh Bonek dan para Bonek Sejati tentang ulah brutal para Bonek gadungan. “Mereka biasanya datang duluanke kota tempat" Persebaya elaksanakan laga away. Kemudian di sana mereka melakukan penjarahan atau hal-hal negative lainnya. ereka
semuanya mengenakan kaos Bonek. Karena itu masyarakat menganggap mereka itulah arek-arek Bonek,” tutur Cak Okto yang bertubuh kekar itu.
Tak hanya di luar kota Di Kota Surabaya sendiri, ketika Persebaya melaksanakan laga home, para Bonek
gadungan ini sering merampas handphone dan uang arek-arek Bonek yang masih ABG. “Modus operandinya
mereka menumpang bak truk yang kosong ke arah Tambaksari atau dari Tambaksari kearah Wonokromo. Jumlahnya belasan orang. Kemudian mereka mengajak Bonek- Bonek ABG untuk naik truk itu. Saat truk alan lagi itulah mereka merampas atau meminta dengan paksa handphone dan uang para Bonek ABG yang nunut truk itu.”
Bonek-Bonek gadungan yang lama sudah habis. “Mereka sudah kami dekati, kita lakukan pendekatan, dan sadar. Tapi sekarang muncul generasi baru Bonek Gadungan yang jumlahnya cukup besar. Mungkin puluhan, tapi yang puluhan inilah yang merusak citra Bonek, Persebaya, dan nama besar Surabaya,” sahut Cak Hamin Gimbal.
Hal ini perlu mereka ungkapkan agar seluruh masyarakat mengetahui bahwa ada sejumlah Bonek gadungan yang berkeliaran saat Persebaya bertanding di dalam maupun luar Kota Surabaya, dan melakukan ulah egatif.
“Kami yang Bonek sejati inilah yang wajib menertibkan mereka. Kami akan mencari dan mendekati mereka
dengan baik-baik. Pokoknya kami wajib menyadarkan mereka agar sama-sama menjaga nama baik Bonek,
Persebaya, dan Kota Surabaya. Kami juga akan terus memantau pergerakan mereka saat Persebaya bertanding. Mohon seluruh masyarakat melaporkan keberadaan mereka, terutama jika melakukan ulah negatif di mana pun berada. Mereka pasti bukan Bonek Sejati, tapi orang-orang yang tak bertanggung jawab yang memakai kaos dan atribut Bonek,” tegas Cak Hasyim.
Karena itu mereka kaget ketika terjadi penjarahan yang dilakukan segerombolan orang yang mengenakan
kaos Bonek. “Setelah kami usut dan selidiki ternyata mereka adalah Bonek Gadungan,” timpal Sinyo.
Gerakan Pencerahan Bonek terus berlanjut. Spirit pencerahan tersebut tak akan pernah padam sampai
kapan pun !








0 Komentar:
Posting Komentar
Siapa nama anda ?