Senin, 26 Maret 2012 23:10:42 WIB Reporter : -
Jakarta (beritajatim.com) - Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Tri Goestoro mengaku jika PSSI menunggu hasil sidang Komite Asosiasi FIFA di Zurich, Swiss, yang berlangsung hari ini. Tri menyatakan, jika PSSI sudah mendapat surat FIFA menggelar rapat menyangkut masa depan persepakbolaan Indonesia.
PSSI memang tengah menanti nasib, soal masa depan persepakbolaan Indonesia di kancah internasional. Federasi sepak bola Indonesia ini sebelumnya dinilai gagal memenuhi masa tenggat penyelesaian konflik yang diberikan FIFA tertanggal 20 Maret yang lalu.
Dengan belum selesainya konflik yang terjadi selama ini, FIFA pun dipresiksi akan memberikan tindakan atas hal tersebut. Dan kemungkinan tindakan yang akan dijatuhkan FIFA kepada sepak bola Indonesia antara lain dijatuhkan sanksi, dibantu proses penyelesaian, atau diberikan waktu lagi oleh FIFA untuk proses penyelesaian.
"Tidak mungkin rapatnya sudah selesai hari ini. Tapi saya akui, jika PSSI sudah mendapat surat dari FIFA, jika mereka akan menggelar rapat. Mungkin nanti malam rapatnya di sana dan mudah-mudahan kita segera dapat informasi soal hasil rapat," ungkap Tri di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Walau tahu FIFA akan menggelar rapat, Tri tidak mau terlalu jauh mengomentari soal hasil dari sidang Komite Asosiasi FIFA. Menurut pria yang juga sempat menjabat Sekjen PSSI era kepemimpinan Agum Gumelar, FIFA pasti akan melihat dulu kondisi yang terjadi di persepakbolaan Indonesia. Setelah itu, mungkin baru keluar keputusannya menurut Tri.
"Teman-teman di FIFA tidak melihat masalah yang terjadi secara kaku pastinya. Biarlah mereka melihat proses yang sedang berjalan sejauh ini. Yang pasti usahanya sudah dilakukan. Dan saat ini prosesnya dinilai sedang berjalan. Mudah-mudahan kita dikasih waktu dan kami akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi," papar Tri.
Selain soal memberikan penjelasan terkait putusan FIFA nantinya, Tri juga berbicara soal kelanjutan rekonsiliasi dengan klub-klub yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Tri tetap yakin, jika proses rekonsiliasi yang akan dilakukan, masih terbuka peluang untuk berjalan dengan baik.
"Bisa secara formal kami undang atau satu-satu klub kami datangi. Jadi banyak cara bisa kami lakukan dan kami akan lakukan semuanya secara maksimal. Untuk selesaikan masalah ini, tidak perlu ada batas waktu menurut saya," tandas Tri.[kun]
Sumber : okezone.com
PSSI memang tengah menanti nasib, soal masa depan persepakbolaan Indonesia di kancah internasional. Federasi sepak bola Indonesia ini sebelumnya dinilai gagal memenuhi masa tenggat penyelesaian konflik yang diberikan FIFA tertanggal 20 Maret yang lalu.
Dengan belum selesainya konflik yang terjadi selama ini, FIFA pun dipresiksi akan memberikan tindakan atas hal tersebut. Dan kemungkinan tindakan yang akan dijatuhkan FIFA kepada sepak bola Indonesia antara lain dijatuhkan sanksi, dibantu proses penyelesaian, atau diberikan waktu lagi oleh FIFA untuk proses penyelesaian.
"Tidak mungkin rapatnya sudah selesai hari ini. Tapi saya akui, jika PSSI sudah mendapat surat dari FIFA, jika mereka akan menggelar rapat. Mungkin nanti malam rapatnya di sana dan mudah-mudahan kita segera dapat informasi soal hasil rapat," ungkap Tri di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Walau tahu FIFA akan menggelar rapat, Tri tidak mau terlalu jauh mengomentari soal hasil dari sidang Komite Asosiasi FIFA. Menurut pria yang juga sempat menjabat Sekjen PSSI era kepemimpinan Agum Gumelar, FIFA pasti akan melihat dulu kondisi yang terjadi di persepakbolaan Indonesia. Setelah itu, mungkin baru keluar keputusannya menurut Tri.
"Teman-teman di FIFA tidak melihat masalah yang terjadi secara kaku pastinya. Biarlah mereka melihat proses yang sedang berjalan sejauh ini. Yang pasti usahanya sudah dilakukan. Dan saat ini prosesnya dinilai sedang berjalan. Mudah-mudahan kita dikasih waktu dan kami akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi," papar Tri.
Selain soal memberikan penjelasan terkait putusan FIFA nantinya, Tri juga berbicara soal kelanjutan rekonsiliasi dengan klub-klub yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Tri tetap yakin, jika proses rekonsiliasi yang akan dilakukan, masih terbuka peluang untuk berjalan dengan baik.
"Bisa secara formal kami undang atau satu-satu klub kami datangi. Jadi banyak cara bisa kami lakukan dan kami akan lakukan semuanya secara maksimal. Untuk selesaikan masalah ini, tidak perlu ada batas waktu menurut saya," tandas Tri.[kun]








0 Komentar:
Posting Komentar
Siapa nama anda ?