Dua warga Dusun Klagen Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan, Jombang dipukuli oknum Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api). Aksi penganiayaan itu dipicu oleh kecurigaan petugas karena dua korban menggunakan kaos bonek, pendukung Persebaya.
Dua korban itu adalah Yanis (15) dan Dedi Eka Prayogo (15). Tubuh mereka babak belur karena tendangan sepatu laras milik anggota Polsuska, Norman Ridlo Setyo Wibisono (21) dan Wahyudi (24). "Kedua korban menderita luka di bagian kepala," kata seorang tukang parkir di halaman Stasiun Jombang, Senin (19/3/2012).
Kejadian itu bermula saat Yanis dan Dedi turun di Stasiun Jombang, Minggu petang sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka baru saja pulang dari Surabaya dengan naik KA Rapih Dhoho bersama empat orang lainnya. Kebetulan Yani dan Dedi mengenakan kaos bonek yang baru saja ia beli dari kota pahlawan tersebut.
Tak berselang lama, warga Klagen ini dihampiri oleh dua petugas Polsuska. Mereka diinterogasi karena dianggap bonek yang naik kereta tanpa tiket. Bahkan, Yanis dan Dedi dibawa ke sebuah ruangan. Selanjutnya, mereka ditendang dengan sepatu laras mengenai pelipis kiri. Aksi kekerasan itu baru berakhir ketika Yanis dan Dedi mengeluarkan tiket yang ia beli. Hingga akhirnya, dua remaja itu dilepas.
Namun, keluarga korban tidak terima. Kedua korban dilarikan ke RSUD, selain itu, keluarga juga melaporkan penganiayaan itu ke Polsekta Jombang. "Kami sudah menerima laporan tersebut. Kami juga sudah memanggil sejumlah saksi," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsekta Jombang, Iptu Wilono.
Namun aneh, Kepala Stasiun Jombang, Dwi Sulistyono, mengaku tidak tahu menahu terkait kasus tersebut. Bahkan ia mengaku belum dipanggil oleh pihak kepolisian. Padahal, sejumlah sumber mangatakan bahwa Dwi sudah datang ke Mapolsek guna dimintai keterangan. Bahkan, Dwi menyarankan agar wartawan langsung konfirmasi ke petugas Kamtib Daop VII Madiun.
"Saya belum tahu kasus itu. Polsuska bukan wewenang saya, karena koordinasinya langsung ke Daop VII Madiun. Jadi kalau konfirmasi langsung ke Madiun saja," kata Dwi menjawab pertanyaan wartawan.
Mosok bonek dikiro anarkis tok rek...ckckckck.
Eaallaaaahh....
Dikira Bonek, Petugas Polsuska Main Pukul dan Tendang
4:03:00 PM |
Label:
Persebaya Only
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 Komentar:
Posting Komentar
Siapa nama anda ?