RSS

Cerita Kocak

 SALAH TAFSIR

Suatu pagi yang indah di sebuah sekolah dasar, seorang guru yang begitu berdedikasi mengajar anak2 muridnya tentang betapa bahayanya minuman keras kepada mereka. Sebelum memulai pelajarannya pada hari itu dia telah mengambil 2 ekor cacing yang hidup, sebagai sampel dan dua gelas yang masing2 berisi dengan air mineral dan arak..
“Coba perhatikan murid2.. lihat bagaimana saya akan memasukkan cacing ini kedalam gelas, perhatikan betul2. Cacing yang sebelah kanan saya, akan saya masukkan ke dalam air mineral sedangkan cacing yang sebelah kiri saya akan masukkan ke dalam arak. Perhatikan betul2.”
Semua mata tertuju pada kedua ekor cacing itu. Cacing yang berada dalam gelas yang berisi air mineral itu berenang di dasar gelas, sedangkan cacing yang berada di dalam arak tergeletak lalu mati. Si guru tersenyum lebar melihat anak2 muridnya memberikan perhatian pada pelajarannya.
“Baiklah murid2, apa yang kamu dapat dari pelajaran yang saya tunjukkan tadi??”
Dengan penuh yakin anak2 muridnya menjawab ,
Untuk menghindari cacingan . .minumlah arak !

YANG PENTING GRATIS

Sepasang suami-isteri yang terkenal pelitnya siang hari itu bersama ke-3 anaknya yang masih kecil , memanggil sebuah mobil taksi yang kebetulan lewat , lalu menanyakan harganya, yang dijawab oleh sopir itu :
“Untuk orang dewasa ongkosnya Rp.50.000,- per-orangnya, sedangkan untuk anak2 GRATIS dehhh…..”,
keruan saja jawaban ini membuat keduanya kegirangan, sembari menyuruh ke-3 anaknya segera memasuki taksinya itu, bokap itu berkata : “Kalian pergilah duluan dengan mobil ini, Papa dan Mama akan menyusul kalian dengan naik bis kota sajaaa . . !

BARANG SELUNDUPAN PALESTINA

Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel – Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.
Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, “Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?” “Pasir,” jawab Mahmud.
Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan Mahmud dan bertanya, “Apa yang kamu bawa?” Mahmud menjawab, “Pasir.” Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.
“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu. “Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”
Mahmud menjawab dengan kalem, “SEPEDA! ”

SOPIR GILA

Dua orang supir telibat percakapan disebuah warung:
Toro: Heh Jak, sekarang susah ya, jadi sopir truk!
Jaka: Lha, emangnya kenopo?
Toro: Ya.. kalau bawa truk isi motor, dirampok.. Bawa truk isi permen aja dirampok lho! Mana kerjaan saya bawa truk isinya motor!! Gimana ya, saya jadi takut. Mau berhenti nyopir truk gituan ah!
Jaka: Lho, emang ntar kamu mau nyopir apaan?
Toro: Mau nyopir mobil tinja..

DESY RATNASARI
 
Saat Rini menunggu bis disebuah halte Pulang kuliah tiba-tiba seorang cowok menegurnya :
Cowok: “Mbak Dessy Ratnasari ya..”.
Rini menjawab sambil setengah terkejut, “Bukan?!”.
Cowok itu menunduk malu, tapi masih penasaran dan nekat bertanya lagi, “Mbak Dessy Ratnasari ya…”
Rini menjawab setengah risih, “Bukan?!”, sambil berpikir, apa iya aku memang mirip Dessy ya?”.
Cowok itu masih penasaran rupanya dan kembali bertanya : “Mbak… mbak Dessy Ratnasary khan?”.
Putus asa, Rini menjawab, “Iya”.
Cowok itu lalu menyahut: “Lho… kok ndak mirip ”.

PESAWAT TEMPUR INDONESIA

SEPEDA MOTOR

Jaman Perang Dunia ke III, Amerika merupakan suatu negara yang menjadi sasaran gempuran negara-negara lain. Yang pertama kali menggempur adalah negara Rusia, ketika pesawat tempur Rusia datang, prajurit Amerika bertariak, “Jendral, pesawat musuh datang..!”. Sang jendral memberi perintah, “Tembak!”. Datang lagi pesawat tempur dari negara-negara lain, sang jendral juga memberi perintah untuk menembak.
Terakhir datang pesawat tempur dari INDONESIA, pasukan Amerika teriak lagi, “Jendral, pesawat Indonesia datang…!”.
“Jangan tembak!”, perintah sang jendral. Prajurit bingung lalu bertanya, “Kok ngga boleh ditembak…???”. Sang jendral dengan enteng menjawab, “ENTAR JUGA JATUH SENDIRI!”.

Udin mengantarkan neneknya berobat ke dokter, naik sepeda motor.
Udin: Ayo nek, naik boncengan, jangan lupa pengangan yang erat ya.
Nenek: Iya, ini juga nenek sudah pegangan erat koq.
Udin: Jangan lupa pengangannya yang erat ya, nek !!!! (kata Udin lagi mengingatkan)
Nenek: Iya, nenek sudah pegangan yang erat, cerewet amat.
Udin: Ok, kalo begitu kita berangkat ya, nek.
Udin lalu mulai meng-gas motornya, lalu terdengar benda jatuh BRUAAAAKKKK!!!!!
Udin kaget, lalu menoleh ke belakang, ternyata si nenek terjatuh dari motornya.
Udin: Lho koq bisa jatuh sih, nek? Nenek gak pengangan ya?
Nenek: Nenek malah pegangan yang erat koq!!!!
Udin: Memangnya nenek pengangan dimana?
Nenek: Di pagar rumah.
Udin: “ zzzz…..”




# Tunggu cerita kocak selanjutnya ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 Komentar:

Posting Komentar

Siapa nama anda ?