Akibat hidup miskin membuat seorang gelandangan meregang nyawa ditengah guyuran hujan lebat, Rabu (9/11/2011) sore ini. Diduga kedinginan, gelandangan berjenis kelamin laki-laki ini tewas di dekat sebuah warung persis depan Pintu Masuk Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Tim Identifikasi Polres Malang dan Polsek Kepanjen sampai berita ini diturunkan masih sibuk mengevakuasi jasad korban. Meski tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, jasad diperkirakan berumur 70 tahun itu tewas akibat diserang rasa dingin dan lapar. "Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil identifikasi, korban tidak membawa identitias dan kami pastikan gelandangan," ungkap Kepala Polisi Sektor Kepanjen, Kompol Suyoto, Rabu (9/11/2011) sore saat melakukan identifikasi jasad korban.
Dari pantauan beritajatim.com, korban tewas berciri-cirikan rambut beruban putih. Tinggi badan berkisar 168 centi meter dengan usia 70 tahun. Saat ditemukan pertama kali oleh Petugas Keamanan (Satpam) Bendungan Sengguruh, korban sudah tergeletak di pinggir warung memakai kemeja warna putih kusam dengan celana pendek warna merah bata. "Korban sudah sebulan berada di dekat warung yang tidak terpakai. Katanya sih dia orang Lawang. Tapi nggak tahu lagi siapa keluargannya," terang Murjianto, Saksi Mata Sekaligu Satpam Bendungan Sengguruh.
Menurut dia, korban diketahui sudah dalam posisi tergeletak sejak pukul 13.00 wib. Saat itu, hujan sudah mulai turun. Korban akhirnya tidak bergerak saat hujan deras turun mengguyur tubuhnya. Setelah didekati, korban ternyata sudah tak bernyawa.
Hingga sore ini, jasad korban masih seperti semula. Tim Identifikasi Polres Malang menunggu mobil ambulance untuk membawa jasad korban ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang. [yog/ted]
Diguyur Hujan Lebat, Gelandangan Tewas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 Komentar:
Posting Komentar
Siapa nama anda ?